"Anda tidak pernah mencapai kesuksesan sesungguhnya sampai anda menyukai apa yang sedang anda kerjakan"

SALAM PERKENALAN

" Assalamu'alaikum wr.wb Alhamdulillah Puji dan Syukur ke hadirat Alloh SWT atas karunia-Nya yang tiada henti mengalir pada kita. Sholawat dan Salam bagi Nabi Muhammad SAW sebagai Uswatun Hasanah. Sebelumnya saya mengucapkan Terima kasih telah berkunjung di Blog ini. dan Salam kenal dari saya dan semoga Sukses selalu. Amiin. Perkenalkan, Nama saya Syauqi Kamal, Lahir di Sanggeu ( Pidie ), 27 Tahun yang lalu. saya sekarang bekerja di Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pidie Jaya. ya sengaja membuat Blog yang sangat sederhana ini, dengan maksud ingin berbagi info, berkenalan dengan sahabat2 netter sekalian, dan tentunya saya pun ingin mengambil manfaat dari blog ini. mudah2an sahabat2 sekalian mau berbagi informasi kepada Sasaya, tentunya sangat berharga. Blog ini saya sengaja saya beri tema "SyauqiKamal" dengan tujuan, dengan blog ini saya ingin berbagi Informasi tentang Dunia diri saya dan lainnya. Yaach, walaupun rata2 sudah memilikinya, tetapi saya yakin setiap hari banyak pendatang baru yang belum tahu mengenai dunia Online, so saya berharap dengan berbagi eBook dan software tersebut bisa membantu menambah Pengetahuan. Demikian, Semoga bermanfaat. Wassalamu'alaikum wr.wb salam Kenal.

Renungan

"Kekecewaan mengajar kita erti kehidupan... teruskan perjuangan kita walaupun terpaksa menghadapi rintangan demi rintangan dalam hidup ini..."

"Kehidupan kita di dunia ini tidak menjanjikan satu jaminan yang berkekalan...apa yang ada hanyalah percubaan,cabaran dan pelbagai peluang.Jaminan yang kekal abadi hanya dapat ditemui apabila kita kembali semula kapada Ilahi..."

"Mengapa manusia gemar mencetuskan pertelingkahan sedangkan manusia itu sendiri dilahirkan dari sebuah kemesraan"

"Kekuatan tidak datang dari kemampuan fizikal tetapi ianya datang dari semangat yang tidak pernah mengalah."

Pages

Rabu, 21 Desember 2011

IBU

Kau rangkai kata2 hingga menjadi sebuah ungkapan…
Kau buka hati hingga menjadi cerminan kata…
Kata yg terungkap adalah uraian isi hati…
Isi hati yang tersayat sembilu…
Kau lalui hari walau tanpa rasa bahagia…
Kau rangkuh waktu walau sedih terasa…

Ibu..apakah rasa itu yg selalu engkau rasakan..??
Ibu..apakah derita mu kan berakhir..??
Ibu..akankah rasa pedih mu berubah menjadi sang lembayung senja..??
Ibu..ma’af kalau anak mu tak bsa membuat mu selalu bahagia…

Selasa, 20 Desember 2011

Ayat Al Quran dan Alam Semesta


Dalam Surat al-Isra ayat ke-88, Allah menunjukkan keagungan Al Quran:
“Katakanlah: ‘Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al Quran ini; niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain.’” (QS. Al Isra: 88)
Allah menurunkan Al Quran kepada manusia empat belas abad yang lalu. Beberapa fakta yang baru dapat diungkapkan dengan teknologi abad ke-21 ternyata telah dinyatakan Allah dalam Al Quran empat belas abad yang lalu. Hal ini menunjukkan bahwa Al Quran adalah salah satu bukti terpenting yang memungkinkan kita mengetahui keberadaan Allah.
Dalam Surat al-Isra ayat ke-88, Allah menunjukkan keagungan Al Quran:
“Katakanlah: ‘Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al Quran ini; niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain.’” (QS. Al Isra: 88)
Allah menurunkan Al Quran kepada manusia empat belas abad yang lalu. Beberapa fakta yang baru dapat diungkapkan dengan teknologi abad ke-21 ternyata telah dinyatakan Allah dalam Al Quran empat belas abad yang lalu. Hal ini menunjukkan bahwa Al Quran adalah salah satu bukti terpenting yang memungkinkan kita mengetahui keberadaan Allah.
Dalam Al Quran, terdapat banyak bukti bahwa Al Quran berasal dari Allah, bahwa umat manusia tidak akan pernah mampu membuat sesuatu yang menyerupainya. Salah satu bukti ini adalah ayat-ayat (tanda-tanda) Al Quran yang terdapat di alam semesta.
Sesuai dengan ayat “Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap penjuru dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu?” (QS. Fushilat: 53), banyak informasi yang ada dalam Al Quran ini sesuai dengan yang ada di dunia eksternal. Allah-lah yang telah menciptakan alam semesta dan karenanya memiliki pengetahuan mengenai semua itu. Allah juga yang telah menurunkan Al Quran. Bagi orang-orang beriman yang teliti, sungguh-sungguh, dan arif, banyak sekali informasi dan analisis dalam Al Quran yang dapat mereka lihat dan pelajari.
Meskipun demikian, perlu diingat bahwa Al Quran bukanlah buku ilmu pengetahuan. Tujuan diturunkannya Al Quran adalah sebagaimana yang diungkapkan dalam ayat-ayat berikut:
“Alif lam ra. (Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang-benderang dengan izin Tuhan Yang Mahakuasa lagi Maha Terpuji.” (QS. Ibrahim: 1)

Singkatnya, Allah menurunkan Al Quran sebagai petunjuk bagi orang-orang beriman. Al Quran menjelaskan kepada manusia cara menjadi hamba Allah dan mencari ridha-Nya.
Betapapun, Al Quran juga memberi informasi dasar mengenai beberapa hal seperti penciptaan alam semesta, kelahiran manusia, struktur atmosfer, dan keseimbangan di langit dan di bumi. Kenyataan bahwa informasi dalam Al Quran tersebut sesuai dengan temuan terbaru ilmu pengetahuan modern adalah hal penting, karena kesesuaian ini menegaskan bahwa Al Quran adalah “firman Allah”. Menurut ayat “Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran? Kalau kiranya Al Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya” (Surat an-Nisa: 82), terdapat keserasian yang luar biasa antara pernyataan di dalam Al Quran dan dunia eksternal.
Pada halaman-halaman berikut kita akan membahas kesamaan yang luar biasa antara informasi tentang alam semesta yang ada dalam Al Quran dan dalam ilmu pengetahuan.
“Dia yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang? Kemudian pandanglah sekali lagi, niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itu pun dalam keadaan payah.” (Surat Al Mulk: 3-4)
v Kesempurnaan Di Alam Semesta

“Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang? Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itu pun dalam keadaan payah.” (QS. Al Mulk: 3-4)

Di alam semesta, miliaran bintang dan galaksi yang tak terhitung jumlahnya bergerak dalam orbit yang terpisah. Meskipun demikian, semuanya berada dalam keserasian. Bintang, planet, dan bulan beredar pada sumbunya masing-masing dan dalam sistem yang ditempatinya masing-masing. Terkadang galaksi yang terdiri atas 200-300 miliar bintang bergerak melalui satu sama lain. Selama masa peralihan dalam beberapa contoh yang sangat terkenal yang diamati oleh para astronom, tidak terjadi tabrakan yang menyebabkan kekacauan pada keteraturan alam semesta.

Di seluruh alam semesta, besarnya kecepatan benda-benda langit ini sangat sulit dipahami bila dibandingkan dengan standar bumi. Jarak di ruang angkasa sangatlah besar bila bandingkan dengan pengukuran yang dilakukan di bumi. Dengan ukuran raksasa yang hanya mampu digambarkan dalam angka saja oleh ahli matematika, bintang dan planet yang bermassa miliaran atau triliunan ton, galaksi, dan gugus galaksi bergerak di ruang angkasa dengan kecepatan yang sangat tinggi.

Kecepatan orbital bumi mengitari matahari kurang-lebih enam kali lebih cepat dari peluru, yakni 108.000 km/jam. (Andaikan kita mampu membuat kendaraan yang dapat bergerak secepat ini, kendaraan ini dapat mengitari bumi dalam waktu 22 menit.)
Namun, angka-angka ini baru mengenai bumi saja. Tata surya bahkan lebih menakjubkan lagi. Kecepatan tata surya mencapai tingkat di luar batas logika manusia. Di alam semesta, meningkatnya ukuran suatu tata surya diikuti oleh meningkatnya kecepatan. Tata surya beredar mengitari pusat galaksi dengan kecepatan 720.000 km/jam. Kecepatan Bima Sakti sendiri, yang terdiri atas 200 miliar bintang, adalah 950.000 km/jam di ruang angkasa.
Kecepatan yang luar biasa ini menunjukkan bahwa hidup kita berada di ujung tanduk. Biasanya, pada suatu sistem yang sangat rumit, kecelakaan besar sangat sering terjadi. Namun, seperti diungkapkan Allah dalam ayat di atas, sistem ini tidak memiliki “cacat” atau “tidak seimbang”. Alam semesta, seperti juga segala sesuatu yang ada di dalamnya, tidak dibiarkan “sendiri” dan sistem ini bekerja sesuai dengan keseimbangan yang telah ditentukan Allah.

Dia Pencipta langit dan bumi. Bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai isteri. Dia menciptakan segala sesuatu; dan Dia mengetahui segala sesuatu. (Yang memiliki sifat-sifat yang) demikian itu ialah Allah Tuhan kamu; tidak ada Tuhan selain Dia; Pencipta segala sesuatu, maka sembahlah Dia; dan Dia adalah Pemelihara segala sesuatu. Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala yang kelihatan; dan Dialah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui. Sesungguhnya telah datang dari Tuhanmu bukti-bukti yang terang; maka barangsiapa melihat (kebenaran itu), maka (manfaatnya) bagi dirinya sendiri; dan barangsiapa buta (tidak melihat kebenaran itu), maka kemudharatannya kembali kepadanya.” (QS. AlAn’am: 101-104)
v Gunung Mencegah Gempa Bumi
Dia menciptakan langit tanpa tiang yang kamu melihatnya dan Dia meletakkan gunung-gunung (di permukaan) bumi supaya bumi itu tidak menggoyangkan kamu; dan memperkembangbiakkan padanya segala macam jenis binatang.” (QS. Luqman:10)
“Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan dan gunung-gunung sebagai pasak?” (QS. An-Naba:7)

Informasi yang diperoleh melalui penelitian geologi tentang gunung sangatlah sesuai dengan ayat Al Quran. Salah satu sifat gunung yang paling signifikan adalah kemunculannya pada titik pertemuan lempengan-lempengan bumi, yang saling menekan saat saling mendekat, dan gunung ini “mengikat” lempengan-lempengan tersebut. Dengan sifat tersebut, pegunungan dapat disamakan seperti paku yang menyatukan kayu. Selain itu, tekanan pegunungan pada kerak bumi ternyata mencegah pengaruh aktivitas magma di pusat bumi agar tidak mencapai permukaan bumi, sehingga mencegah magma menghancurkan kerak bumi.
v Air Laut Tidak Saling Bercampur

Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu, antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing.” (QS. Ar-Rahman:19-20)
Pada ayat di atas ditekankan bahwa dua badan air bertemu, tetapi tidak saling bercampur akibat adanya batas. Bagaimana ini dapat terjadi? Biasanya, bila air dari dua lautan bertemu, diduga airnya akan saling bercampur dengan suhu dan konsentrasi garam cenderung seimbang. Namun, kenyataan yang terjadi berbeda dengan yang diperkirakan. Misalnya, meskipun Laut Tengah dan Samudra Atlantik, serta Laut Merah dan Samudra Hindia secara fisik saling bertemu, airnya tidak saling bercampur. Ini karena di antara keduanya terdapat batas. Batas ini adalah gaya yang disebut “tegangan permukaan”.

v Langit Tujuh Lapis

“Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi.” (QS. Ath-Thalaq:12)
Dalam Al Quran Allah menyebutkan tujuh surga atau langit. Ketika ditelaah, atmosfer bumi ternyata terbentuk dari tujuh lapisan. Di atmosfer terdapat suatu bidang yang memisahkan lapisan dengan lapisan. Berdasarkan Encyclopedia Americana (9/188), lapisan-lapisan yang berikut ini bertumpukan, bergantung pada suhu.
Lapisan pertama TROPOSFER: Lapisan ini mencapai ketebalan 8 km di kutub dan 17 km di khatulistiwa, dan mengandung sejumlah besar awan. Setiap kilometer suhu turun sebesar 6,5°C, bergantung pada ketinggian. Pada salah satu bagian yang disebut tropopause, yang dilintasi arus udara yang bergerak cepat, suhu tetap konstan pada –57°C.
Lapisan kedua STRATOSFER: Lapisan ini mencapai ketinggian 50 km. Di sini sinar ultraviolet diserap, sehingga panas dilepaskan dan suhu mencapai 0°C. Selama penyerapan ini, dibentuklah lapisan ozon yang penting bagi kehidupan.
Lapisan ketiga MESOSFER: Lapisan ini mencapai ketinggian 85 km. Di sini suhu turun hingga –100°C.
Lapisan keempat TERMOSFER: Peningkatan suhu berlangsung lebih lambat
Lapisan kelima IONOSFER: Gas pada lapisan ini berbentuk ion. Komunikasi di bumi menjadi mungkin karena gelombang radio dipantulkan kembali oleh ionosfer.
Lapisan keenam EKSOSFER: Karena berada di antara 500 dan 1000 km, karakteristik lapisan ini berubah sesuai aktivitas matahari.
Lapisan ketujuh MAGNETOSFER: Di sinilah letak medan magnet bumi. Penampilannya seperti suatu bidang besar yang kosong. Partikel subatom yang bermuatan energi tertahan pada suatu daerah yang disebut sabuk radiasi Van Allen.

Pesona Alam Raya


KEAHLIAN TUPAI TERBANG
Allah memperkenalkan diri-Nya melalui makhluk-makhluk yang memiliki keistimewaan khusus yang diciptakan-Nya. Hal-hal teperinci yang dipelajari manusia dari makhluk yang dikenalnya dengan baik meningkatkan kekaguman mereka. Selain itu, pengetahuan yang didapat tentang makhluk yang belum dikenal akan menyingkapkan tirai penghalang yang ada dalam pikirannya. Bahkan berpikir tentang sifat-sifat makhluk ini sering menjadi cara untuk melihat kesempurnaan ciptaan dalam makhluk tersebut dan menghargai kehebatan Allah yang tak terbatas.

Tupai terbang, juga, merupakan salah satu dari berjuta makhluk yang memiliki keistimewaan sehingga dapat mengubah cara berpikir yang datar pada seseorang. Tupai ini dapat dijumpai di Australia dan panjangnya 45 sampai 90 cm (1,5 sampai 3 kaki). Semua jenis tupai terbang, yang dapat terbang dari satu pohon ke pohon yang lainnya seperti pesawat terbang layang, tinggal di pohon. Agar dapat terbang seperti ini, makhluk ini menggunakan selaput untuk terbang yang terdapat di bawah lengannya.

Tupai berjuluk sugar-glider ini memiliki selaput untuk melayang yang terentang dari pergelangan tangannya sampai ke pergelangan kakinya. Selaput ini sempit dan memiliki rambut seperti jumbai yang panjang. Pada tupai terbang jenis lain, struktur mirip-parasut ini terdapat dalam bentuk selaput yang terbuat dari kulit berambut halus. Hewan ini terbang dari batang pohon dan, dengan efek permukaan layang mirip-sayap ini, dapat melintasi jarak 30 meter (98 kaki) sekali jalan. Tupai terbang yang lebih besar berpindah dari satu pohon ke pohon yang lain seperti pesawat terbang layang. Menurut pengamatan, makhluk ini menempuh jarak 530 meter (1740 kaki) dalam hanya enam lompatan berturut-turut.34

Seperti yang telah terlihat pada contoh-contoh lain yang diberikan di buku ini, tupai terbang memiliki ciri yang khas. Saat seseorang merenungkan bagaimana terbentuknya ciri-ciri tanpa banding pada berjuta jenis makhluk di bumi, seseorang akan segera paham bahwa tidak satu pun dapat tercipta dari peristiwa yang tak disengaja dan bahwa setiap makhluk tidak mungkin memperoleh keistimewaan yang sempurna ini dengan sendirinya atau secara kebetulan. Allah menciptakan semua hewan, tumbuhan, dan manusia dengan sempurna. Ini adalah fakta nyata bagi orang-orang yang merenungkannya dengan sadar dan bijaksana.

Memahami fakta ini dan menjalani hidup sesuai dengannya adalah perilaku yang bermanfaat bagi seseorang sebab tugas manusia di dunia adalah untuk melihat kebesaran ciptaan Allah dan memuji, di atas ciptaan ini, kekuatan dan pengetahuan Allah yang tak terbatas.
Sesungguhnya Tuhanmu hanyalah Allah, yang tidak ada Tuhan selain Dia. Pengetahuan-Nya meliputi segala sesuatu. (QS. Thaahaa, 20: 98)
KASIH SAYANG BURUNG GREBE KEPADA ANAK-ANAKNYA
Kita mungkin menganggap binatang yang tidak punya akal akan meninggalkan begitu saja anaknya setelah melahirkannya. Namun demikian, berlawanan dengan itu, hewan-hewan ini bertanggung jawab terhadap anak-anaknya sampai tingkat tertentu sehingga mereka tidak mengabaikan langkah-langkah yang dapat melindungi keturunannya dari bahaya yang mungkin mereka hadapi di masa depan.

Salah satu contoh yang paling baik tentang ini adalah burung grebe, sejenis burung air. Burung grebe membawa anak-anaknya di punggung mereka, dan dengan demikian, orangtua menjadi semacam sarang terapung bagi anak-anaknya. Anak-anak yang baru menetas naik ke punggung ayah atau induknya. Sang induk secara perlahan mengangkat sayapnya sehingga anak-anaknya tidak terjatuh dan memberi makan mereka butir-butir yang dibawanya dengan paruhnya, dengan cara menolehkan kepalanya ke satu sisi.

Namun demikian, yang diberikan burung grebe kepada anak-anaknya untuk pertama kalinya bukanlah makanan yang sebenarnya. Grebe mula-mula menyuruh anak-anaknya makan bulu yang bisa mereka kumpulkan dari permukaan air atau mereka cabut dari dadanya. Setiap anak menelan bulu dalam jumlah banyak. Baiklah, apakah alasan di balik perilaku makan yang menarik ini?

Bulu-bulu yang dimakan anak burung tidak sepenuhnya dicernakan melainkan dikumpulkan di lambungnya. Sebagian membentuk sumbat dari bulu di bagian penghubung lambung dengan usus. Tulang-tulang ikan dan bagian-bagian tidak tercerna dari makanan lain terkumpul di sini. Dengan demikian, tulang-tulang ikan yang tajam atau bagian-bagian serangga yang keras yang melintasi perut akan tertahan sehingga tidak sampai membahayakan dinding halus usus. Kegiatan memakan bulu ini akan terus berlanjut sepanjang kehidupan burung. Namun demikian, bulu-bulu pertama yang diberikan sang induk kepada anak grebe merupakan tindakan pencegahan yang penting untuk kesehatan anak-anak tersebut.35

Perilaku seperti burung grebe ini, tindakan yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan anak-anaknya dan melindungi mereka dengan segala cara, juga dapat dilihat pada makhluk-makhluk lainnya. Setiap makhluk di bumi memikul segala jenis tanggung jawab bagi anak-anaknya sampai mereka cukup dewasa dan dapat memenuhi kebutuhan mereka sendiri.

Perilaku sejenis ini yang terlihat di antara makhluk-makhluk di alam menghapuskan pernyataan para evolusionis bahwa “alam adalah medan pertarungan dan yang terkuatlah yang menang.” Jelaslah bahwa perilaku sejenis ini bukan berasal dari kecerdasan makhluk-makhluk tersebut, dan bahwa burung, harimau, atau hewan lainnya tidak dapat bertindak berdasarkan kebutuhan hewan lainnya, karena hal ini membutuhkan perhitungan terhadap hal-hal yang teperinci sampai sekecil-kecilnya. Makhluk-makhluk ini bertindak berdasarkan ilham dari Allah. Allah mengilhami semua makhluk dalam perilakunya dan mereka menyesuaikan diri dengan sempurna. Setiap dari mereka mematuhi Allah yang telah menciptakan mereka. Fakta ini dinyatakan di dalam Al Quran sebagai berikut:
Dan kepunyaan-Nyalah siapa saja yang ada di langit dan di bumi. Semuanya hanya kepada-Nya tunduk. (QS. Ar Ruum, 30: 26)
MESIN TERBANG: CAPUNG
Capung memiliki kemampuan terbang yang tanpa cacat, sedemikian sehingga dapat berhenti tiba-tiba dan mulai terbang ke arah berlawanan pada kecepatan berapapun atau ke arah manapun yang dipilihnya. Lebih lanjut lagi, capung dapat bergantung di udara di dalam posisi yang tepat untuk menyerang mangsanya. Lagi pula, capung dapat menuju langsung kepada mangsanya, berbelok dengan tangkas untuk melakukan hal itu. Hal ini hanya sebagian kemampuan manuver capung yang telah mengilhami pembuatan helikopter, produk perkembangan teknologi masa kini.

Tubuh capung memiliki struktur berbentuk terpilin (spiral) yang dibungkus dengan lapisan logam. Capung, yang memiliki warna bervariasi, dari biru es sampai merah tua, memiliki dua pasang sayap pada punggungnya, sepasang di depan dan sepasang lagi di belakang. Sayap bekerja secara terkoordinasi. Dengan kata lain, sewaktu kedua sayap depan terangkat, kedua sayap di belakang pun turun. Gerakan sayap dilaksanakan dengan gerakan dua kelompok otot yang saling berlawanan. Salah satu ujung otot melekat ke tonjolan tubuh berbentuk tuas. Sewaktu satu kelompok otot berkontraksi dan menyebabkan terangkatnya sepasang sayap, kelompok otot lainnya mengendur dalam derajat yang setara dan menyebabkan pasangan sayap yang kedua turun. Sebenarnya, helikopter yang diproduksi dengan menggunakan capung sebagai modelnya, turun dan naik menggunakan prinsip yang sama.

Penerbangan capung yang sempurna dimungkinkan oleh keempat sayap bebas yang besar ini yang menahan berat tubuhnya. Keistimewaan tersebut memungkinkan serangga ini membuat gerakan yang tiba-tiba, meningkatkan kecepatannya dan terbang pada kecepatan yang mencapai 10 meter (33 feet) per detik.36
Kemampuan penglihatan capung, yang sanggup membuat gerakan tiba-tiba pada berbagai kecepatan yang amat tinggi, juga sempurna. Mata capung diperhitungkan, dalam lingkungan ilmuwan, sebagai mata serangga terbaik di dunia. Setiap mata mengandung 30.000 lensa tersendiri. Mata ini tampak seperti dua kubah (hemisphere) yang menutupi setengah bagian kepalanya, dan mata ini memberikan bidang pandangan yang sangat luas bagi serangga. Dengan mata yang luar biasa ini, capung hampir dapat melihat apa yang terjadi di belakangnya.37

Seperti yang ditunjukkan di atas, capung memiliki sistem khas tersendiri yang tersusun dengan sempurna. Sedikit saja kekurangan di bagian manapun dari sistem ini akan menyebabkan sistem yang lainnya menjadi tidak berguna. Namun demikian, semua sistem telah diciptakan dengan sempurna sehingga makhluk-makhluk bertahan hidup dengan semua itu. Rancangan yang khas pada capung adalah milik Allah. Dia memiliki pengetahuan tentang segala ciptaan.
KEHIDUPAN DI GURUN
Panas menyengat di siang hari, dingin membeku di malam hari, kemarau selama berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan berturut-turut, kelangkaan makanan… Semua ini adalah bagian dari lingkungan gurun. Sangat sulit bertahan hidup dalam kondisi yang sedemikian keras. Namun, di balik semua kesulitan ini, berbagai jenis makhluk bisa bertahan hidup dan bahkan berkembang pesat di gurun. Bila kita amati, akan tampak bahwa semua struktur tubuh dan gerakan makhluk-makhluk ini telah diciptakan dengan karakteristik yang sesuai untuk kehidupan di sana. Allah menciptakan ciri khas tertentu untuk melindungi makhluk-makhluk ini dari panas. Bila kita memperhatikan lebih dekat sebagian contoh ciri-ciri ini, kita dapat melihat dengan jelas bahwa kelengkapan makhluk-makhluk ini tidak mungkin ada dengan begitu saja, melainkan diciptakan oleh Sang Pencipta yang memiliki kekuatan yang sangat hebat.

Ular berbisa gurun (Cerastes Vipera) hidup di bawah pasir. Ular berbisa ini masuk ke dalam pasir dengan menggeliat bergoyang-goyang menyamping. Ular ini menggerakkan ekornya dari kiri ke kanan dengan sangat cepat. Gerakan ini lalu meliputi seluruh tubuhnya dalam tiga pelintir. Akhirnya sekujur tubuh ular terkubur sepenuhnya, kecuali satu atau kedua matanya saja. Dengan cara ini, ular berbaring sambil menunggu, memburu mangsanya. Tetapi strategi seperti ini dapat menimbulkan risiko bagi mata ular, karena mata ini tetap berada di luar, di tempat yang dapat didera oleh badai pasir secara tiba-tiba. Namun, karena mata ular dirancang khusus, risiko tersebut terhapus seluruhnya. Mata ular berbisa ini terlindung dari gangguan pasir karena memiliki “kaca mata” luar yang terbuat dari sisik yang tembus pandang.38

Penghuni gurun yang lain, yaitu serigala gurun bewarna krem, jenis serigala terkecil, memiliki telinga yang sangat besar. Serigala ini hidup di gurun berpasir di Afrika dan Arab. Telinganya yang lebar tidak hanya membantu menentukan tempat mangsanya berada, tetapi juga berfungsi untuk mencegah panas berlebihan dan membuat hewan ini tetap sejuk.39

Kadal bermoncong-sekop, yang tinggal di gurun, bergerak seperti menari di pasir untuk mendinginkan ekor dan kakinya. Kemudian, dengan bertumpu pada ekornya, kadal ini bergantian mengangkat satu kaki belakang dan satu kaki depan. Setelah beberapa detik, kakinya berganti posisi. Kadal ini seolah berenang di bukit pasir dengan dukungan bentuk tubuh dan hidungnya yang aerodinamis, dan telapak kakinya yang besar memungkinkan kadal berlari di pasir dengan sangat cepat.40

Katak gurun, yang hidup di Australia, mirip dengan tangki air. Saat hujan, katak ini mengisi kantung-kantung di tubuhnya dengan air. Kemudian dia menguburkan dirinya sendiri di bawah pasir dan mulai menunggu sampai hujan yang berikutnya turun. Bila merasa haus, hewan gurun lainnya mencari katak ini dan meminum airnya, dengan cara mengeluarkan katak ini dari pasir.41
KEANEKARAGAMAN MATA HEWAN
Struktur mata ikan memungkinkan ikan melihat di dalam air dengan jelas, sementara mata burung memungkinkan burung untuk melihat di udara saat sedang terbang. Struktur mata makhluk lainnya dirancang dengan khusus pula sehingga sesuai dengan kebutuhan mereka. Jelaslah bahwa organ seperti mata yang berstruktur kompleks tidak memperoleh ciri khasnya dengan begitu saja, ciri yang berbeda-beda pada setiap makhluk. Setiap orang yang mencermati contoh-contoh ini dengan sadar dan bijaksana akan segera melihat fakta bahwa semua makhluk telah diciptakan oleh Allah. Contoh-contoh yang diberikan di bawah ini merupakan cara untuk merenungkan fakta ini.

Burung memiliki indra penglihatan yang lebih tajam daripada manusia, dan mereka dapat mengamati wilayah yang lebih luas dengan teperinci. Seekor burung dapat melihat sekaligus gambar-gambar yang hanya dapat dilihat manusia per bagian; bagi burung, gambar-gambar ini terlihat secara keseluruhan dengan pandangan sekilas. Bagi burung, ini keuntungan besar dalam berburu. Bila dibandingkan dengan manusia, sebagian burung dapat melihat benda dalam jarak enam kali lebih jauh daripada pandangan kita.

Bagi manusia, kehilangan pandangan sesaat yang terjadi saat mata berkedip, dalam hitungan detik, tidak terlalu penting. Tetapi, hal ini bisa menjadi masalah besar bagi burung yang terbang sangat cepat pada ketinggian beratus-ratus meter. Karena itulah, bila burung mengedipkan mata, tidak terjadi penghentian apapun di dalam penglihatannya karena burung memiliki kelopak mata ketiga yang disebut selaput pengerjap. Selaput ini bersifat tembus pandang dan bergerak dari satu sisi mata ke sisi mata yang lainnya. Maka, burung-burung dapat mengedipkan mata tanpa benar-benar menutupnya. Sebagai tambahan, burung-burung yang menyelam ke dalam air, menggunakan selaput ini sebagai kaca mata penyelam sehingga melidungi mata dari bahaya.

Contoh yang lain adalah mata unta, yang juga memiliki keistimewaan dalam memberikan perlindungan tepat seperti yang dibutuhkan. Tulang keras di sekitarnya melindungi mata dari cahaya matahari dan pukulan. Bahkan badai pasir yang paling kuat tidak dapat melukai mata unta karena bulu mata unta memiliki struktur yang terpaut satu sama lain dan mata dapat tertutup dengan sendirinya pada saat-saat bahaya. Dengan demikian, tidak ada yang dapat memasuki mata hewan ini, walaupun itu berupa setitik kecil debu.

Mata ikan melihat ke sekelilingnya dari balik sekat tembus pandang. Tirai pelindung ini menyerupai kaca mata penyelam. Lensa mata ikan yang bulat dan kukuh disesuaikan untuk melihat benda-benda dalam jarak dekat. Alasan lain mata ikan berbentuk bulat adalah karena cahaya dibiaskan saat melewati air. Karena mata ikan terisi cairan yang berberat jenis hampir sama dengan berat jenis air, saat gambar yang terbentuk dari luar dipantulkan di mata, pembiasan tidak terjadi. Sebagai akibatnya, gambar dari benda di luar dengan sempurna dipusatkan pada retina oleh lensa, dan tidak seperti manusia, ikan dapat melihat dengan sangat jelas di dalam air.
SISTEM PENDINGINAN KHUSUS PADA TUBUH RUSA
Baru-baru ini, manusia telah menemukan sistem pendinginan mekanis dan, dengan berbagai pengembangan dalam teknologinya, sistem ini terus digunakan di zaman modern. Namun, kita bukan yang pertama kali menemukan sistem pendinginan. Setiap makhluk berdarah panas di bumi telah memiliki mekanisme pengendalian panas di dalam tubuhnya dan dalam penciptaannya memang dirancang memiliki sistem ini. Ambil saja contoh sejenis rusa di Afrika. Rusa Afrika ini harus melarikan diri dari musuhnya agar dapat bertahan hidup, karena rusa tidak punya cara pertahanan lain. Peningkatan kecepatan yang tiba-tiba ini menyebabkan peningkatan suhu yang tajam di dalam tubuh rusa. Namun demikian, agar bertahan hidup, rusa perlu menjaga agar suhu otaknya lebih dingin daripada suhu tubuhnya.

Rusa Afrika punya sistem pendinginan yang khas di dalam otaknya. Rusa dan hewan sejenis lainnya memiliki ratusan pembuluh darah arteri kecil yang bercabang-cabang dan melewati tempat penampungan darah yang besar yang terletak di samping saluran pernafasannya. Udara yang dihirupnya mendinginkan tempat penampungan yang berhubungan dengan hidung ini, sehingga darah yang melewati arteri-arteri kecil di dalamnya juga menjadi dingin. Sejumlah arteri kecil ini kemudian bersatu di dalam pembuluh darah tunggal yang membawa darah ke otak.42

Hal yang menarik di sini adalah sistem tanpa cacat ini tidak mungkin timbul dengan sendirinya, karena ketiadaan sistem pendinginan tersebut akan berarti akhir riwayat rusa saat ia mulai berlari untuk pertama kalinya.

Seperti yang terlihat di dalam contoh sistem pendinginan rusa, rancang bangun tubuh makhluk hidup memiliki kerumitan yang tidak dapat dijelaskan oleh pernyataan “perkembangan bertahap” oleh para evolusionis. Dengan kata lain, tidak mungkin organ dan struktur tubuh makhluk hidup muncul melalui perubahan-perubahan kecil bertahap yang berlangsung sejalan dengan waktu. Tubuh makhluk hidup penuh dengan struktur, mirip dengan sistem pendingin yang dimiliki rusa, yang akan menjadi tidak berguna bila ada satu bagian saja yang hilang. Hal ini membuktikan bahwa makhluk hidup tidak dapat muncul ke dunia sejalan dengan waktu, secara kebetulan, tetapi sebaliknya, telah diciptakan dengan sempurna oleh Allah. Ini adalah fakta nyata bagi orang-orang yang cerdas seperti juga dinyatakan dalam Al Quran:
Musa berkata: “Tuhan yang menguasai timur dan barat dan apa yang ada di antara keduanya: (Itulah Tuhanmu) jika kamu mempergunakan akal.” (QS. Asy Syu’araa‘, 26: 28)
KEHEBATAN PENCIPTAAN MANUSIA
Setelah beberapa bulan berada dalam rahim ibu mereka, semua orang di sekitar kita sampai kepada keadaan mereka saat ini. Bagi setiap manusia, sudah dipersiapkan sistem sempurna yang sama di dalam tubuh ibu mereka, dan setiap orang melalui tahap-tahap perkembangan yang sama.

Kelahiran adalah mukjizat besar. Bayi yang berkembang di dalam ruang terlindung yang dipersiapkan khusus di dalam rahim ibunya, lahir ke dunia setelah tenggang waktu tertentu. Perincian peristiwa yang menakjubkan ini akan membawa setiap orang yang merenungkannya kepada kesimpulan yang sangat penting. Mari kita bersama-sama meraih kesimpulan ini dengan cara mencermati satu detil yang berperan penting dalam perkembangan bayi:

Plasenta adalah jaringan daging yang terbentuk di dalam tubuh wanita agar telur yang telah dibuahi dapat melekat pada dinding rahim. Plasenta mengandung struktur pembuluh darah yang halus, yang dipersiapkan untuk keperluan bayi yang sedang berkembang. Pembuluh ini seperti cabang-cabang pohon. Di dalam plasenta, pembuluh darah ibu dan bayi saling terhubung bersijalin dan saling mempertukarkan bahan-bahan. Darah ibu dan darah bayi tidak pernah bercampur, tetapi zat makanan dan oksigen dapat melintas dari darah ibu ke darah bayi, sedangkan kotoran dibuang dari darah bayi dan akhirnya dikeluarkan oleh tubuh sang ibu.43 Fungsi plasenta sangat penting karena jaringan ini harus memenuhi semua kebutuhan bayi, sekaligus harus selektif agar dapat melindunginya. Pertukaran pada plasenta dapat berlangsung berkat selaput tipis yang disebut “chorion.” Selaput ini memisahkan peredaran darah bayi dari darah ibunya. Dengan adanya selaput ini, darah ibu tidak dapat masuk ke pembuluh darah bayi. Sang bayi hanya menerima oksigen dan zat makanan melalui selaput ini.

Nutrisi yang dibutuhkan bayi selama bulan-bulan pertama hidupnya berbeda dari apa yang dibutuhkannya pada bulan kedelapan dan kesembilan hidupnya, yaitu saat-saat menjelang kelahiran. Plasenta juga harus menyesuaikan ini dalam konsumsi zat makanan. Sebenarnya, plasenta menjalankan semua fungsi ini dengan cara yang tanpa cacat. Plasenta selalu peka akan jumlah apa-apa zat yang harus diambilnya, dan sangat berhati-hati serta selektif dalam hal ini. Sampai di sini, ada beberapa pertanyaan yang perlu diajukan dan beberapa hal yang perlu diingat.

Pertama-tama, ada pertanyaan tentang bagaimana plasenta, yang berupa jaringan yang terdiri dari sejumlah sel, dapat membuat perhitungan seperti ini. Begitu pula, pertanyaan tentang bagaimana plasenta tahu akan kebutuhan bayi, ini juga memerlukan jawaban. Orang yang berakal akan segera menyadari bahwa sepotong daging yang disebut plasenta tidak dapat melakukan hal ini dengan begitu saja dan tidak dapat memperoleh sifat khas ini secara kebetulan. Dalam hal ini, fakta yang kita peroleh sekali lagi sangatlah jelas: Allah menciptakan plasenta lengkap dengan karakteristik yang bersesuaian dengan kebutuhan bayi di dalam rahim ibu. Keajaiban kelahiran adalah contoh lain lagi yang menampilkan keagungan cita rasa seni Allah dalam penciptaan. Kita diingatkan tentang fakta ini di dalam Al Qur‘an:
Hai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah. Yang telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang, dalam bentuk apa saja yang Dia kehendaki, Dia menyusun tubuh-mu. (QS. Al Infithaar, 82: 6-8)
AC YANG CANGGIH, ALAT PERASA YANG SEMPURNA: KULIT
Sementara ini, Anda dapat dengan mudah membalik halaman-halaman buku ini karena tangan Anda tidak mengalami kesulitan dalam meraba tekstur halaman buku. Dengan cara yang sama, Anda dapat pula memegang dan membawa benda yang permukaannya licin, misalnya gelas. Anda dapat merasakan kehalusan saat menyentuh bulu dan merasakan sesuatu yang keras saat memegang batu. Dengan merasakan semua ini dan mengirimkan sinyal-sinyal yang dibutuhkan ke otak Anda, kulit Anda memiliki sifat-sifat yang memungkinkan Anda menggambarkan benda di dalam otak Anda.

Banyak sekali saraf yang terdapat di ujung jari. Dengan adanya saraf ini, Anda dipermudah dalam bergerak dan tidak menyebabkan kesulitan sedikit pun. Di lain pihak, di bagian “yang tidak begitu penting,” pada punggung manusia misalnya, jumlah ujung saraf lebih sedikit. Ini keuntungan yang sangat penting. Sekarang, mari membayangkan hal sebaliknya: Mari kita anggap ujung jari kita tidak begitu peka sedangkan saraf-saraf tersusun sedemikian sehingga berada lebih banyak di bagian punggung tubuh kita. Hal ini, tidak diragukan lagi, akan menjadi sangat merepotkan. Dalam keadaan yang seperti ini kita tidak dapat menggunakan tangan kita sebagaimana mestinya, malah kita akan merasakan benda sekecil apa pun yang menyentuh punggung kita, lipatan baju kita, misalnya.

Kulit manusia adalah organ yang kompleks yang terdiri atas beberapa lapisan dan mengandung saraf perasa, saluran peredaran darah, sistem aliran udara, dan penyeimbang atau pengatur antara kelembapan dan panas, yang melindungi tubuh seperti perisai terhadap sinar matahari. Karena hal ini, manusia berada dalam bahaya besar jika sebagian kulitnya rusak. Di bawah kulit ada lapisan yang mengandung lemak. Lapisan lemak ini berfungsi sebagai sekat terhadap panas. Di atas lapisan ini ada lapisan lain lagi, yang kebanyakan terdiri dari protein sehingga membuat kulit menjadi kenyal.

Seandainya kita mengelupas kulit dan melihat sekadar satu sentimeter (0,4 inci) di bawahnya, pemandangan yang kita temui akan tidak indah sama sekali, bahkan menakutkan, di mana akan tampak lemak dan protein serta berbagai pembuluh darah. Karena ciri-ciri pada kulit memungkinkannya menutupi struktur ini, kulit berperan penting dalam memperindah tubuh kita dan sekaligus juga memungkinkan kita melindungi diri dari faktor-faktor luar. Agar dapat merenungkan dan memahami pentingnya keberadaan kulit, kita cukup memikirkan beberapa fungsi kulit yang vital bagi kita.

Kulit manusia mencegah terjadinya gangguan pada keseimbangan air di dalam tubuh, kuat dan elastis, dapat menyembuhkan dirinya sendiri, melindungi tubuh dari pancaran sinar yang membahayakan, menjaga kontak dengan dunia luar, dan melindungi suhu tubuh di dalam cuaca dingin atau panas.

Selain berfungsi sebagai detektor atau alat perasa dan pencari yang peka, serta AC yang canggih, kulit manusia juga memenuhi segala jenis keperluan manusia itu sendiri. Semua ini menunjukkan bahwa kulit merupakan nikmat yang telah diciptakan oleh Allah, dengan keindahan yang diberikannya bagi pandangan mata dan keistimewaan yang dimilikinya untuk melindungi manusia. Kulit, topik yang sudah ditulis di dalam berlembar-lembar buku, sekali lagi menunjukkan kepada kita kehebatan Allah dalam mencipta.
KEKUATAN SISTEM KISI-KISI TULANG
Tulang kita, yang memikul peran sangat penting seperti menopang dan melindungi tubuh kita, diciptakan dengan kemampuan dan kekuatan untuk menjalankan fungsi ini. Tulang paha manusia, misalnya, punya kemampuan menopang beban seberat satu ton. Sesungguhnya, dalam setiap langkah kaki kita, muatan seberat 3 kali berat tubuh kita dibebankan kepada tulang ini. Sebenarnya, saat seorang pelompat galah mendarat di tanah, setiap sentimeter tulang pinggul dikenai tekanan 1.400 kilogram (3.086 pound).

Untuk paham sepenuhnya tentang kesempurnaan rancangan tulang, mari kita membuat perbandingan sebagai berikut: Salah satu bahan yang paling bermanfaat dan paling kuat yang digunakan manusia adalah baja, karena baja bersifat kuat sekaligus lentur dan mudah dibentuk. Namun demikian, tulang kita lebih kuat sekaligus 10 kali lebih fleksibel dibandingkan dengan baja padat. Selain itu, tulang lebih ringan daripada baja. Kerangka yang dibuat dari baja akan 3 kali lebih berat daripada kerangka manusia.

Kita juga dapat mengambil pelajaran bila membandingkan kesempurnaan rancangan tulang dengan teknik bangunan modern. Sampai kurun waktu 50 tahun terakhir abad keduapuluh, tugas membangun gedung tinggi sangatlah mahal dan menghabiskan waktu. Tetapi, dengan berbagai perkembangan teknologi, sudah banyak teknik baru yang dikembangkan dalam merancang bangunan. Salah satu teknik yang terpenting dikenal sebagai lattice system (“sistem kisi-kisi.”) Dalam sistem ini, bagian penopang bangunan tidak terdiri atas satu potong balok, tetapi terbuat dari sejumlah batang yang saling bersilangan dalam bentuk kisi-kisi. Dibantu perhitungan rumit yang dibuat oleh komputer, pembangunan jembatan dan struktur industri yang bagus dan mengesankan akan jauh lebih kuat dan akan makan biaya lebih rendah bila menggunakan teknik ini.

Struktur bagian dalam tulang juga dibangun dengan sistem kisi-kisi yang sekarang kita gunakan dalam pembangunan gedung dan jembatan. Bila tulang dipotong dan diperiksa, sistem yang sangat menarik terlihat pada rancangan bagian dalamnya. Saling menyilang satu sama lain, ribuan batang kecil membentuk struktur yang rumit. Struktur ini pada dasarnya adalah sistem kisi-kisi yang dibangun di dalam tulang. Berkat struktur ini, tulang kita menjadi sangat kuat sekaligus ringan, sehingga kita dapat menggunakannya dengan mudah.

Jika yang terjadi adalah sebaliknya, dengan kata lain jika bagian dalam tulang kita terisi penuh dan keras, berat tulang akan jauh melebihi jumlah beban yang dapat kita topang sehingga akan retak dan patah menghadapi pukulan atau serangan yang paling lemah sekali pun.

Struktur tulang, yang dicoba tirukan oleh manusia menggunakan teknologi masa kini, hanyalah satu contoh dari karya seni Allah yang tiada tara. Setiap orang perlu melihat kecemerlangan ciptaan yang khas dan sempurna milik Allah di dalam tubuhnya sendiri dan bersyukur, serta merenunginya.
JARINGAN DISTRIBUSI TERBESAR DI DUNIA: SISTEM PEREDARAN DARAH
Cobalah bayangkan sebuah kota yang memiliki 100 triliun rumah tangga. Menurut Anda, mungkinkah ada perusahaan distribusi yang mampu memenuhi kebutuhan semua rumah tangga di kota tersebut? Sebagian besar orang akan menjawab, “Tentu saja tidak.” Tetapi, sistem yang serupa sudah ada di dalam tubuh manusia. Namun rumah-rumah di dalam tubuh manusia adalah sel, dan perusahaan distribusinya adalah sistem peredaran darah yang memiliki komponen amat banyak.

Bagian-bagian pembentuk sistem peredaran darah mengunjungi sekitar 100 triliun sel di dalam tubuh manusia satu per satu. Inti dari sistem ini adalah jantung. Jantung, yang memiliki 4 buah bilik yang berbeda dan memompa darah segar serta darah kotor tanpa mencampur keduanya ke wilayah yang berbeda-beda di dalam tubuh, serta memiliki katup yang berfungsi sebagai penutup pengaman, memiliki rancangan yang dibangun dengan keseimbangan yang sangat teliti.

Saat kita memeriksa jantung, kita melihat bahwa jantung tidak hanya terdiri dari pompa, melainkan juga katup yang menentukan arah darah yang dipompa. Adanya katup menjamin bahwa darah yang dipompa oleh otot jantung bergerak dengan tepat ke arah yang sesuai. Lebih lanjut lagi, jantung dihubungkan ke kedua paru-paru dan bagian tubuh lainnya oleh pembuluh darah utama. Pembuluh darah yang menuju tubuh terbagi menjadi beberapa cabang yang, pada gilirannya, menjadi cabang-cabang kecil dalam proses yang berlanjut terus. Pemisahan ini berlanjut sampai ke vena amat kecil atau kapiler yang kemudian meluas menjadi vena yang lebih besar sampai kembali ke jantung lagi. Vena menuju paru-paru untuk membuang karbondioksida di dalam darah dan mengisi darah dengan oksigen.

Bila kita memeriksa sistem peredaran darah ini, yang meliputi jantung, pembuluh darah dan paru-paru, terungkaplah sistem yang rumit. Jika dilengkapi dengan ginjal, yang bertugas membersihkan darah, dan pankreas, yang menyesuaikan kadar gula dalam darah dengan sekresi (pengeluaran) insulin atau glikogen, lalu hati, yang mengendalikan kandungan kimiawi darah, serta berbagai bagian sistem kekebalan dalam darah, tampaklah struktur yang menakjubkan. Setiap bagian dari sistem yang rumit ini berada dalam keselarasan dan saling terhubung satu sama lain dengan cara yang sangat teratur. Semua unsur harmonis ini mempunyai satu tujuan. Jika satu bagian saja tidak ada, akan terjadi kerusakan di dalam sistem. Hal ini dapat mengakibatkan kematian orang yang memiliki sistem peredaran darah tersebut.

Jantung tidak dapat menjaga kelangsungan hidup tubuh manusia lebih dari satu menit tanpa paru-paru yang bertugas membersihkan darah yang dipompa oleh jantung. Sistem peredaran darah ini tercipta lengkap dengan semua bagiannya, dalam seketika. Dengan demikian, hal ini menunjukkan rancangan yang sempurna, yaitu penciptaan, pada jantung dan sistem peredaran darah, serta menjelaskan seni penciptaan yang tiada bandingannya dari Allah, Tuhan semesta alam.

Pesona Alam Raya


KECEMERLANGAN MAKHLUK YANG BERCAHAYA
Salah satu makhluk bercahaya yang paling dikenal adalah kunang-kunang. Para ilmuwan telah menghabiskan waktu bertahun-tahun meneliti cara menghasilkan cahaya seefisien cahaya yang dihasilkan oleh kunang-kunang. Kunang-kunang mencapai efisiensi maksimum dan hampir tidak kehilangan energi sama sekali.

Sebenarnya, kenyataan bahwa ada makhluk yang dapat menghasilkan cahaya, tetapi sekaligus tidak terpengaruh oleh panas dari cahaya ini, adalah cukup menakjubkan. Karena, sebagaimana kita ketahui, setiap proses yang menghasilkan cahaya dalam teknologi masa kini, selalu menghasilkan panas juga, yang dipancarkan keluar sebagai energi termal. Sehingga, karena alasan ini, makhluk yang menghasilkan cahaya seharusnya juga menderita akibat terkena panas yang tinggi. Tetapi ternyata, makhluk yang menghasilkan cahaya tidak terpengaruh oleh panas yang dihasilkannya, karena panas yang dihasilkannya lemah. Mereka menghasilkan sejenis cahaya yang disebut “cahaya dingin” dan struktur tubuh mereka telah dirancang sesuai dengan itu.

Kunang-kunang sebenarnya sejenis kumbang yang menghasilkan cahaya hijau kekuningan melalui reaksi kimia di dalam tubuh mereka. Kunang-kunang, yang memancarkan sinar untuk saling mengenali atau untuk memberi tanda kawin, menggunakan panjang gelombang sinar yang berbeda, tergantung pada spesiesnya. Selain itu, pada beberapa spesies, kunang-kunang jantan yang mula-mula menyorotkan sinar untuk menarik sang betina, sementara pada spesies lainnya, sang betina yang “memanggil.” Sebagian kunang-kunang menggunakan cahaya mereka untuk mempertahankan diri. Mereka mengeluarkan sinar sebagai tanda pada musuh bahwa mereka bukan makanan yang lezat.11

Selain kunang-kunang, sejumlah serangga lainnya, beragam makhluk laut, dan berbagai spesies lainnya juga dapat menghasilkan cahaya sendiri. Setiap spesies memiliki karakteristik yang berbeda. Hal ini meliputi cara menghasilkan cahaya, kegunaan cahaya, serta panjang dan jenis cahaya yang mereka hasilkan.

Siapa yang melengkapi makhluk-makhluk ini dengan sistem yang membuat mereka mampu menghasilkan jenis cahaya yang dapat dimanfaatkan, dan kemudian menjaga kesinambungan sistem ini? Tentu saja bukan makhluk itu sendiri. Tidak mungkin bagian-bagian tubuh yang rumit dari suatu makhluk yang mampu menghasilkan cahaya tanpa mencelakakan makhluk tersebut, terjadi secara tiba-tiba akibat suatu kebetulan. Semua makhluk bercahaya merupakan bukti kekuasaan penciptaan Allah yang sangat hebat. Allah memperkenalkan kepada kita, melalui makhluk-makhluk yang telah diciptakan-Nya ini, bukti tentang pengetahuan, kebijaksanaan, dan kekuasaan-Nya yang tidak terbatas.
PENGHUNI LAUT YANG BERCAHAYA
Banyak makhluk bawah laut memiliki sistem untuk menghasilkan cahaya, seperti kunang-kunang. Umumnya, mereka menggunakan kemampuan ini untuk mengelabui atau menakuti musuh-musuh mereka. Ubur-ubur jengger (Ctenophore) adalah makhluk lembut yang mirip dengan ubur-ubur dan anemon laut. Mereka umumnya memakan tanaman mikroskopis dan hewan-hewan laut kecil. Sebagian menangkap mangsa mereka menggunakan tentakel (organ menyerupai belalai) yang lengket dan dapat bergerak di air seperti tali alat memancing. Varietas lainnya memiliki mulut yang sangat lebar dan dapat menelan berbagai makhluk, termasuk ubur-ubur jengger lain. Ubur-ubur jengger memiliki rambut-rambut kecil di tubuh mereka yang digunakan untuk bergerak maju di dalam air. Selain itu, hampir semua ubur-ubur jengger memiliki sel penghasil cahaya khusus di sepanjang punggung tubuh mereka yang berlipit. Beberapa spesies masing-masing memiliki ciri tersendiri yang menarik. Misalnya, ubur-ubur jengger yang berwarna merah bisa bersinar bila disentuh. Pada saat yang sama ubur-ubur ini mengalirkan partikel-partikel bercahaya ke dalam air sebagai cara perlindungan untuk mengusir musuh-musuhnya.12

Makhluk-makhluk seperti bintang laut, landak laut (bulu babi), dan bintang ular (featherstar) disebut “echinodermis.” Sebagian besar permukaan kulitnya ditutupi dengan duri besar tajam yang dapat mereka gunakan untuk pertahanan diri. Mereka hidup pada pantai laut di antara batu karang dan di dasar laut. Makhluk-makhluk ini menghasilkan cahaya sendiri untuk melindungi diri dari musuh-musuh mereka. Mereka bisa memiliki lengan-lengan atau duri bercahaya atau sanggup memancarkan awan cahaya ke dalam air saat diserang oleh pemangsa.

Kita dapat menyebutkan satu spesies bintang laut sebagai contoh lain dari makhluk yang menghasilkan cahaya untuk pertahanan diri. Bintang laut ini tinggal 1000 meter (3280 ft) di bawah permukaan laut. Ujung lengannya bersinar dengan cahaya yang berwarna biru kehijauan. Dengan peringatan bercahaya ini, dia memberi tahu pemangsa yang mungkin mengincarnya, bahwa rasanya tidak enak. Bintang-rapuh (brittlestar), hewan laut bercahaya lainnya, bersinar cerah saat diserang dan dapat membuang ujung salah satu lengannya untuk mengusir pemangsa. Ini merupakan taktik pertahanan yang penting. Karena ujung lengan terus bersinar, hal itu menarik perhatian pemangsa, sehingga memberikan kesempatan bagi brittlestar untuk kabur.13

Seperti terlihat di atas, mekanisme untuk menghasilkan cahaya pada makhluk-makhluk juga merupakan contoh dari kecemerlangan dalam ciptaan Allah. Allah adalah Pencipta dari asal mula, yang tidak ada bandingannya.
RANCANGAN LUMBA-LUMBA

Bagi lumba-lumba, bernafas bukanlah gerak refleks, atau gerak yang terjadi dengan sendirinya dan tak disadari seperti pada manusia dan mamalia darat lain. Akan tetapi bernafas pada lumba-lumba merupakan gerakan yang disadari atau disengaja.14 Dengan kata lain, lumba-lumba memutuskan untuk bernafas sebagaimana kita memutuskan untuk berjalan. Ada pula tindakan pencegahan yang diambil sehingga hewan ini tidak mati tenggelam saat sedang tidur di air. Saat tidur, lumba-lumba menggunakan belahan otak kanan dan kirinya secara bergantian, dalam rentang sekitar 15 menit. Saat satu belahan otak tidur, lumba-lumba menggunakan belahan otak satunya lagi untuk muncul di permukaan air agar memperoleh udara.

Lumba-lumba bernafas menggunakan paru-parunya seperti mamalia yang lain, yang artinya mereka tidak dapat bernafas di dalam air seperti ikan. Oleh sebab itu, mereka secara berkala muncul ke permukaan air untuk bernafas. Di bagian atas kepalanya terdapat sebuah lubang yang memungkinkan mereka melakukan hal tersebut. Tubuh lumba-lumba memiliki rancangan yang sempurna, sehingga bila dia menyelam ke dalam air, lubang ini secara otomatis tertutup, sehingga mencegah air masuk ke dalam tubuh lumba-lumba. Saat hewan ini muncul di permukaan air, penutup lubang ini kembali terbuka.

Moncong di paruh lumba-lumba merupakan rancangan lainnya yang membantu gerakan hewan ini di dalam air. Dengan struktur ini, energi yang digunakan saat menembus air sangat sedikit dan dia dapat berenang dengan kecepatan yang lebih tinggi. Kapal-kapal modern juga memanfaatkan haluan seperti moncong lumba-lumba, yang dirancang secara hidrodinamis untuk meningkatkan kecepatan kapal persis seperti lumba-lumba.

Selain itu, lumba-lumba dapat berenang dengan kecepatan amat tinggi, yang membuat para ilmuwan terpesona. Ada aliran air yang lancar di sekitar tubuh lumba-lumba. Penelitian yang dilakukan terhadap kulit lumba-lumba telah menemukan penyebab aliran ini. Kulit lumba-lumba terdiri dari tiga lapisan. Lapisan terluar tipis dan sangat elastis. Lapisan tengah sebagian besar tersusun dari jaringan ikat dan mempunyai tambahan yang tampak seperti sikat plastik; sikat ini mengaitkan lapisan terluar ke lapisan yang di tengah. Lapisan yang ketiga, yang terletak paling dalam, terdiri dari berkas-berkas serat elastis. Karenanya, saat terjadi turbulensi (pergolakan) pada air di sekitar lumba-lumba akibat kecepatan berenang lumba-lumba, kulit terluar ini meneruskan tekanan yang luar biasa akibat turbulensi ini, ke lapisan yang lebih dalam hingga terserap. Maka, turbulensi yang baru dimulai kembali menghilang sebelum menjadi bertambah besar.15

Semua struktur ini, yang khusus terdapat pada lumba-lumba di antara semua hewan lainnya, merupakan bukti nyata dari suatu tindak perancangan yang cerdas. Allah telah menciptakan lumba-lumba, seperti juga semua makhluk lainnya, dengan struktur tubuh mereka yang tepat sesuai dengan lingkungannya.
MAKHLUK BAWAH LAUT YANG MENARIK: NUDIBRANCH
Nudibranch, sejenis siput laut yang tak punya cangkang, memiliki rancangan yang sangat menarik dan warna-warni yang cerah dan mengagumkan. Tubuh mereka agak lembut. Walaupun mereka tidak memiliki cangkang untuk melindungi diri sendiri, dan banyak makhluk lain yang terpikat karena penampilan mereka yang menarik, hanya sedikit yang memangsa nudibranch. Ini karena warnanya yang mencolok menjadi peringatan bagi pemangsa bahwa mereka sangat beracun.

Salah satu karakteristik siput laut ini adalah adanya “sel penyengat.” Dengan bantuan “sel penyengat” ini, nudibranch dengan mudah melindungi diri dari musuh-musuh mereka. Yang lebih menarik lagi adalah mereka tidak menghasilkan sel-sel ini sendiri. Nudibranch memangsa makhluk yang disebut hyroid, yang memiliki sel penyengat. Nudibranch dapat memakan tentakel makhluk ini tanpa memicu sel penyengat itu berkat lendir khusus yang terdapat di dalam sistem pencernaannya. Mereka menyimpan senjata ini di dalam tonjolan yang berjumbai-jumbai dari tubuh mereka. Bila diganggu, sel ini ditembakkan, sehingga menyengat hewan yang akan memangsa.16

Tak diragukan lagi, tidak mungkin nudibranch mengetahui bahwa hyroid ini beracun tetapi tidak akan membahayakan mereka, dan bahkan, sebaliknya, akan melengkapi mereka dengan suatu alat pertahanan terhadap musuh. Juga tidak mungkin bagi mereka untuk tahu dan mempelajari hal sedemikian berdasarkan pengalaman. Jadi, bagaimana nudibranch bisa menemukan cara pertahanan diri yang memesona ini?

Di sini, sekali lagi tampak di hadapan kita kebenaran yang terungkap secara terbuka di alam semesta. Yang Maha Tunggal yang mengilhami nudibranch untuk menarik perhatian baik dengan keanekaragaman warna maupun coraknya, dan juga melengkapi mereka dengan cara menghasilkan racun, serta menciptakan sistem di tubuh mereka agar racun hyroid tidak membahayakan mereka, adalah Allah, Tuhan dari seluruh alam. Allah menciptakan semua makhluk dengan karakteristik yang sangat berbeda-beda dan dalam aneka warna. Apa yang hendaknya dilakukan seseorang yang menyaksikan kekuasaan Allah yang tidak terhingga di dalam contoh-contoh seperti ini adalah mengagungkan Allah dan mengamalkan akhlak yang baik semata-mata karena Allah. Allah menyampaikan hal ini kepada kita di dalam ayat-ayatNya sebagai berikut:
Dan demikian (pula) di antara manusia, binatang-binatang melata dan binatang-binatang ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Maha Pengampun. (QS. Faathir, 35: 28)
KANTUNG TIDUR IKAN BETET
Ikan betet menutupi tubuhnya dengan zat yang mirip gelatin (agar-agar), khususnya di malam hari. Marilah kita amati bagaimana dihasilkannya zat ini serta penggunaannya. Ikan betet menghasilkan zat ini untuk melindungi diri mereka di malam hari terhadap pengaruh dari luar. Zat ini melindungi ikan dari pemburu nokturnal, yakni pemburu yang beraksi di malam hari. Selain itu, adanya zat ini memungkinkan ikan untuk menyamarkan dirinya.

Pertama, lendir yang terdiri dari gelatin ini dikeluarkan oleh kelenjar yang terletak di sisi bagian atas dari rongga insang, saat ikan bernafas. Setelah beberapa saat, pelapis mirip-gelatin ini membungkus seluruh tubuh ikan. Fungsi terpenting kantung tidur tembus pandang ini adalah untuk melindungi ikan terhadap belut moray, yang tergolong musuh terbesar ikan betet. Belut moray memiliki indera penciuman yang luar biasa tajam, dan mereka mencari mangsanya dengan menggunakan kemampuan ini. Namun demikian, karena memiliki lapisan pelindung yang ketat ini, moray tidak dapat mencium bau ikan ini, bahkan bisa tidak memperhatikan walaupun mereka menabrak ikan ini saat lewat di sebelahnya.17

Melihat mekanisme yang luar biasa ini, seseorang harus mempertanyakan, bagaimana ikan betet ini bisa melengkapi diri dengan lapisan pelindung pada malam hari? Bagaimana mereka menemukan bahan sepenting itu yang mengganggu indera penciuman moray yang tajam serta membuat mereka aman dan nyaman melewati malam?

Tidak mungkin kita menganggap ikan berpikir dan merencanakan untuk menghasilkan zat di dalam tubuhnya dan kemudian menutupi tubuhnya dengan zat ini. Selain itu, tidak mungkin pula proses pembentukan seperti ini terjadi dengan sendirinya sejalan dengan waktu. Jika ikan betet tidak dapat merencanakan untuk menghasilkan zat dengan kecerdasannya sendiri dan membentuk sistem sedemikian di dalam tubuhnya dengan kemauannya sendiri, ikan betet yang hidup 10.000 tahun yang lalu tidak akan mampu melakukan hal ini pula.

Tubuh ikan yang dilapisi dengan gelatin, yang bertujuan untuk menyamarkan diri dari musuhnya dengan jitu, adalah hal yang sangat cakap. Jelaslah bahwa keistimewaan yang seperti ini dapat terjadi hanya karena adanya perancangan yang cerdas. Kecerdasan ini bukanlah milik ikan atau makhluk apa pun selain Allah, Yang telah menciptakan dan merencanakan semua ini.
PENYAMARAN IKAN KALAJENGKING
Lihatlah ikan kalajengking di gambar ini. Anda akan segera menyadari betapa sulit bagi mata untuk secara visual membedakan ikan ini dari lingkungannya.

Ikan kalajengking sebagian besar hidup di dasar laut, di wilayah tropis atau beriklim sedang dan tidak pernah pergi ke laut lepas. Mereka tergolong karnivora (pemakan daging) dan memangsa ikan-ikan yang lebih kecil. Sirip mereka yang panjang dan berbentuk kipas adalah alat penangkis yang hebat terhadap musuh-musuh mereka, dan garis-garis merah dan putih di tubuhnya menyebabkan mangsa sulit melihat mereka di antara batu karang. Ikan kalajengking berwarna-warni menarik. Tetapi karena mereka hidup di sekitar batu-batu karang yang juga berwarna-warni, ikan ini mudah bersembunyi di sana. Hal ini menurunkan peluang untuk dimangsa. Hal ini juga memungkinkan ikan tersebut untuk mendekati mangsanya sendiri dengan mudah.18

Sebagian besar makhluk-makhluk bawah laut sangat sulit dibedakan dari lingkungan tempat tinggal mereka, misalnya ikan kalajengking. Kehadiran makhluk-makhluk ini baru jelas hanya jika mereka bergerak. Makhluk-makhluk yang menyamarkan diri sendiri di bawah laut dengan cara yang sempurna ini juga menggunakan warna mereka untuk berburu, berkembang-biak dan berkirim pesan. Lalu, bagaimana keselarasan ini tercipta? Siapa yang telah menjadikan tubuh ikan berwarna sama dengan batu-batuan tempat tinggalnya dan bahkan membuatnya berpenampilan seperti batu karena bentuknya yang menggelembung? Dan siapa yang telah memberikan warna tumbuhan laut kepada seekor udang? Warna pada makhluk-makhluk ini, yang sesuai dengan lingkungan yang mereka huni, tidak akan mungkin terjadi secara kebetulan melalui proses kimia apa pun atau faktor lain mana pun.

Juga tidak mungkin bagi seekor ikan, udang, atau kepiting untuk menyadari konsep warna dan menghasilkan sistem yang membuat perubahan warna pada diri mereka sendiri. Pemikiran yang seperti ini tidak lebih dari khayalan belaka. Merancang sistem sedemikian, menempatkannya kepada makhluk, mengatur rangkaian dalam gen sehingga dapat terjadi perpindahan dari generasi ke generasi, dan menyandikan semua informasi di dalam sel makhluk hidup, hanya dapat dilakukan oleh pemilik kekuatan yang hebat.

Pemilik kekuatan ini adalah Allah. Allah menciptakan semua makhluk bersamaan dengan ciri-ciri yang mereka miliki. Allah menarik perhatian kita kepada kenyataan ini di dalam ayat berikut:
Apakah Allah Yang menciptakan itu tidak mengetahui (yang kamu lahirkan dan rahasiakan); dan Dia Mahahalus lagi Maha Mengetahui? Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rejeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan. (QS. Al Mulk, 67: 14-15)
MIGRASI UDANG BERDURI
Pernahkah Anda mempertanyakan bagaimana makhluk dapat mengatur perjalanannya untuk bermigrasi (berpindah tempat) setiap tahun ke wilayah yang terletak beribu-ribu kilometer jauhnya? Sejumlah pertanyaan segera sampai ke benak kita: Bagaimana mereka menghitung dengan tepat jarak yang harus ditempuh dan menyimpan cukup makanan sampai akhir perjalanan mereka? Mengapa mereka tidak bingung menentukan jalur yang harus ditempuh? Bagaimana mereka tahu bahwa cuaca di tempat tujuan akan lebih baik? Bagaimana mereka mencari jalan bahkan ke tempat yang belum pernah mereka datangi sebelumnya? Pertanyaan-pertanyaan seperti ini, dan banyak lagi, tak dapat dielakkan lagi, menuju kepada satu fakta yang nyata.

Jelas tidak mungkin hewan yang melakukan migrasi ini memperoleh informasi tentang tempat-tempat yang belum pernah dikunjungi melalui pikiran dan kemauan mereka sendiri, lalu membuat perhitungan dan pergi berkelompok sesuai dengan perhitungan ini. Situasi ini mengungkapkan bahwa apa pun yang mereka lakukan “diilhami,” dan bahwa makhluk-makhluk ini dipimpin oleh sesuatu yang hebat. Hewan migran ini mencari jalan mereka, memahami bagaimana cara menghemat energi dan mengumpulkan informasi lain yang diperlukan, semata-mata karena ilham dari Allah.

Udang berduri adalah salah satu contoh hewan-berpindah atau migran ini. Mari kita lihat bagaimana makhluk-makhluk ini mencapai hal yang tampak mustahil. Udang berduri hidup di antara gosong karang di perairan tropis dan beriklim sedang. Saat musim gugur tiba, mereka meninggalkan gua-gua besar yang terdapat di gosong karang dan berkumpul dalam kelompok besar di bawah laut. Mereka membentuk lajur, yang dapat terdiri dari hanya beberapa ekor udang sampai lebih dari seratus, dengan setiap hewan berbaris di belakang yang lain, dan antena mereka menyentuh ekor hewan di depannya. Ada alasan penting di balik perpindahan udang bersama-sama seperti ini. Mula-mula, dengan melakukan perjalanan di dalam barisan, udang mengurangi dampak tarikan dari air, memungkinkan mereka menggunakan lebih sedikit energi dan bergerak lebih cepat. Dengan begini mereka juga terlindung karena mereka harus melewati dataran pasir yang terbuka, tidak ada tempat untuk bersembunyi. Sewaktu udang diserang oleh pemangsa, mereka bubar dari barisan dan membentuk lingkaran, dan mengeluarkan cakarnya untuk melindungi dirinya.19

Udang dewasa bertelur di gosong karang di pantai. Larvanya, kemudian terbawa arus air kembali ke laut, sehingga akhirnya sampai ke dasar laut. Daur tersebut terulang sewaktu udang muda tumbuh dan mencapai masa dewasa serta mulai berpindah tempat kembali ke tempat bertelur.
KARAKTERISTIK KUDA LAUT YANG MENARIK
Penampilan kuda laut sangatlah mencolok, dan struktur umumnya memiliki rancangan yang sangat spesifik. Ukuran mereka bervariasi dari sekitar 4 sampai 30 sentimeter (1,6 sampai 11,8 inci) dan mereka biasanya tinggal sepanjang pantai, di antara ganggang laut dan tumbuhan lainnya. Semacam baju zirah dari tulang melindungi mereka dari segala jenis bahaya. Baju zirah ini begitu kuatnya sehingga Anda tidak mungkin menghancurkan kuda laut yang sudah mati dan mengering dengan hanya menggunakan tangan.
Kepala kuda laut terletak membentuk sudut siku-siku dengan tubuhnya. Keistimewaan ini tidak ditemukan pada ikan yang lain. Kuda laut berenang dengan tubuh yang tegak dan mereka dapat menganggukkan kepala ke atas dan ke bawah. Tetapi mereka tidak dapat menggelengkan kepala atau menoleh ke kiri dan kanan. Hal ini bisa menjadi masalah bagi makhluk-makhluk yang lain, namun tidak demikian dengan kuda laut, berkat perancangan tubuh mereka yang khusus. Mata kuda laut dapat bergerak dengan bebas, berputar-putar mengamati setiap sisi sehingga mereka dapat melihat sekelilingnya dengan mudah, bahkan tanpa mampu menggerakkan kepalanya ke kiri dan ke kanan.
Cara berenang kuda laut juga dipengaruhi oleh sistem yang sangat khusus. Kuda laut bergerak naik-turun di dalam air dengan cara mengubah isi udara dalam kantung renangnya. Jika kantung renang ini rusak dan kehilangan sedikit udara, kuda laut tenggelam ke dasar laut. Kecelakaan yang sedemikian menyebabkan matinya kuda laut. Di sini, ada hal sangat penting yang tidak boleh dilewatkan. Jumlah udara di dalam kantung renang telah ditetapkan secara amat teliti. Oleh sebab itulah, perubahan yang sangat tipis dapat menyebabkan kematian makhluk tersebut. Keseimbangan yang peka ini menunjukkan sesuatu yang sangat penting. Kuda laut dapat bertahan hanya jika keseimbangan ini terjaga. Dengan kata lain, kuda laut dapat bertahan hidup karena telah dilengkapi dengan sistem ini saat pertama muncul di dunia. Situasi ini menunjukkan kepada kita bahwa kuda laut tidak akan mungkin memperoleh karakteristik mereka seiring dengan berjalannya waktu, yaitu, kuda laut bukan produk evolusi sebagaimana diklaim oleh para evolusionis. Seperti semua makhluk di alam semesta, Allah yang menciptakan mereka, lengkap dengan karakteristiknya.
Mungkin aspek yang paling menakjubkan dari kuda laut adalah bahwa kuda laut jantan, bukan yang betina, yang melahirkan anak-anaknya. Kuda laut jantan memiliki kantung perut yang besar dan pembuka seperti celah di bagian dasar perutnya, yang tidak dilapisi baju zirah. Kuda laut betina meletakkan telur-telurnya langsung ke dalam kantung perut ini dan kuda laut jantan membuahi telur saat dijatuhkan. Lapisan dalam kantung perut menjadi seperti spons dan dipenuhi dengan pembuluh darah, yang penting untuk memberi makan telur. Satu atau dua bulan kemudian kuda laut jantan melahirkan kembaran kecil dari dirinya sendiri.20
Kuda laut, yang hanya salah satu dari berjuta-juta spesies yang hidup di bawah laut, memiliki karakteristik yang khas pada berbagai segi. Perancangan kuda laut hanyalah satu contoh dari kekuasaan yang tidak terbatas dan pengetahuan yang abadi milik Allah:
Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: “Jadilah”. Lalu jadilah ia. (QS. Al Baqarah, 2: 117)
SISI LAIN UBUR-UBUR YANG BELUM DIKENAL
Semua orang tahu ubur-ubur serta betapa menarik dan anehnya jenis hewan ini bagi kita. Tetapi, ubur-ubur, makhluk yang hampir 95 persen terbuat dari air, juga memiliki sejumlah keistimewaan mengejutkan yang tidak diketahui secara umum. Sebagian jenisnya, misalnya, membuat bingung musuh-musuhnya dengan memancarkan cahaya, sementara sebagian yang lain menghasilkan racun mematikan di dalam tubuhnya.
Ubur-ubur dapat hidup di hampir segala iklim, dan sebagian besar berbahaya bagi makhluk lainnya. Ubur-ubur memiliki struktur yang tembus pandang dan tentakel (organ menyerupai belalai) yang berjuntai dari bagian bawah tubuhnya. Pada beberapa spesies, ada cairan beracun di dalam tentakelnya. Ubur-ubur menangkap mangsanya dengan cara menyemprotkan racun ini dan membunuh musuh-musuhnya. Ubur-ubur yang tidak mempunyai racun tentu saja bukan berarti tidak dapat mempertahankan diri. Sebagian di antaranya menggunakan sel yang menghasilkan cahaya untuk melindungi dirinya. Mereka bertindak dengan terencana dan menggunakan metode untuk menyelamatkan diri dari kura-kura laut, burung laut, ikan dan paus, yang semuanya merupakan musuhnya. Saat ubur-ubur berenang melarikan diri dari musuh-musuhnya, seluruh tubuh ubur-ubur memancarkan cahaya. Tetapi, saat musuh mencoba menggigitnya, cahaya di bagian tubuh yang berbentuk lonceng pun padam, dan tentakel yang masih bercahaya dilepaskan dari tubuhnya. Dengan cara ini, musuh-musuh mereka mengalihkan perhatian pada tentakel tersebut. Ubur-ubur mengambil keuntungan dari situasi ini dan segera melarikan diri.

Seekor serdadu perang Portugis (gambar di kiri bawah) merupakan jenis ubur-ubur raksasa yang juga dikenal sebagai “ubur-ubur biru.” Hewan ini hidup di semua wilayah yang beriklim sedang dan tropis, termasuk di Mediterania (laut Tengah).

Serdadu perang Portugis memiliki organ yang mirip-layar bewarna biru tua yang muncul sampai 20 cm (8 inci) dari permukaan laut. Organ inilah yang memungkinkan hewan berenang dan bergerak. Pada tentakelnya yang berbentuk spiral ada kapsul yang mengandung racun, yang menyebabkan kelumpuhan.

Semua keistimewaan ubur-ubur ini menarik perhatian. Bagaimana mungkin makhluk yang hampir seluruhnya terdiri dari air ini, yang layu dan mati segera bila terkena matahari, menghasilkan zat-zat kimia? Dan bagaimana makhluk ini dapat mengembangkan taktik untuk membingungkan musuh-musuhnya?

Ubur-ubur tidak memiliki mata untuk melihat mangsa dan musuhnya, tidak pula memiliki otak. Makhluk ini hanya berupa massa air seperti agar-agar, walaupun demikian dia menjalankan tingkah laku berakal seperti berburu dengan menggunakan berbagai taktik, dan meloloskan diri dari musuh-musuhnya. Jelaslah bahwa pikiran yang menghasilkan cara-cara pemecahan sedemikian tidak mungkin berasal dari ubur-ubur. Bila kita meneliti setiap potong informasi tentang ubur-ubur dari sudut pandang ini, kita mutlak sampai pada kesimpulan yang sangat penting dan memperluas cakrawala kita. Seseorang yang merenungi ubur-ubur, serta keistimewaan dan tindakannya, akan memahami bahwa hewan ini tidak dapat melakukan sesuatu dengan hanya mengandalkan dirinya sendiri, dan bahwa hewan tersebut dikendalikan oleh kekuasaan yang memiliki wewenang di atas segalanya. Kekuasaan ini, yang tidak ada bandingannya, adalah milik Allah. Dengan menciptakan sederetan hewan yang mengagumkan dari berbagai jenis, Allah menunjukkan kebijaksanaan-Nya yang tinggi dan pengetahuan-Nya yang tiada tara di dalam makhluk-makhluk ini. Ubur-ubur hanyalah salah satu contohnya.
MATA KERANG SCALLOP, SALAH SATU MOLUSKA
Makhluk yang terlihat dalam gambar di sebelah kanan adalah moluska yang disebut scallop. Sekarang, lihatlah baik-baik gambar tersebut. Apakah Anda memperhatikan titik-titik kecil berwarna biru cerah yang berbaris di sepanjang bagian pinggir makhluk yang berbentuk kerang laut ini? Terkejutkah Anda bila kami memberitahu bahwa sebenarnya masing-masing titik biru ini adalah sebuah mata?

Betapa pun mengherankannya, setiap titik biru tersebut adalah benar-benar mata milik makhluk yang terlihat pada gambar. Deretan mata ini, yang masing-masing berukuran hanya 1 mm (0,04 inci), memungkinkan makhluk ini lolos dari musuh-musuhnya.21

Setiap mata kecil scallop mempunyai lensa dan retina sendiri. Lensa mata untuk mengumpulkan dan memusatkan cahaya. Namun, makhluk ini tidak mempunyai pusat visual di dalam otaknya. Dengan kata lain, bayangan yang terfokus di mata mereka tidak diteruskan ke dalam otak, seperti halnya mata normal. Para ilmuwan yang mempelajari mata scallop menduga bahwa mata ini mungkin tidak dapat digunakan untuk melihat. Jadi, apa guna sejumlah mata yang menakjubkan ini?

Scallop menggunakan mata-mata ini untuk membedakan terang dan gelap, sehingga memungkinkan mereka bergerak dari wilayah yang berpasir ke dataran berumput. Selanjutnya, mata mereka yang berukuran milimeter cukup peka sehingga scallop dapat merasakan gerakan yang terjadi di sekitar mereka. Dengan kemampuan yang berharga ini, scallop dapat meloloskan diri dari pemangsanya.

Karakteristik mata scallop sesuai dengan kebutuhannya di dalam lingkungannya, sehingga jelaslah bahwa pembentukan mata ini dirancang dengan sangat saksama. Mata-mata ini berbaris di bagian luar cangkang sedemikian sehingga makhluk ini bisa merasakan apa yang terjadi di sekitarnya. Keselarasan, keteraturan dan perencanaan yang melingkupi seluruh alam semesta ini, mulai dari udang-udangan bawah laut sampai burung-burung di udara, dari sistem di pepohonan sampai bintang-bintang di angkasa, tentulah merupakan karya dari seorang perencana, seorang perancang. Allah menunjukkan keberadaannya-Nya kepada kita melalui makhluk-makhluk ciptaan-Nya yang dirancang dengan sangat teperinci. Orang-orang yang bijaksana dapat merasakan adanya kekuatan tak terbatas dari Allah, yang menunjukkan keberadaan-Nya di mana-mana, mulai dari atom sampai galaksi, dan bahwa mereka harus berpaling hanya kepada Allah. Di dalam Al-Quran, kita diingatkan tentang hal ini sebagai berikut:
Janganlah kamu sembah di samping (menyembah) Allah, tuhan apapun yang lain. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah. Bagi-Nyalah segala penentuan, dan hanya kepada-Nya-lah kamu dikembalikan. (QS. Al Qashash, 28: 88)

Senin, 19 Desember 2011

Doa-doa Untuk Anak


Doa-doa Untuk Anak

E-mailPrintPDF
1. Doa memohon Rahmat,
surah Ali-Imran, ayat 8-9.
(mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; Karena Sesungguhnya Engkau-lah Maha pemberi (karunia)".
"Ya Tuhan kami, Sesungguhnya Engkau mengumpulkan manusia untuk (menerima pembalasan pada) hari yang tak ada keraguan padanya". Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji.
2. Doa mohon zuriat yang baik,
surah Ali-Imran (ayat 38).
Di sanalah Zakariya mendoa kepada Tuhannya seraya berkata: "Ya Tuhanku, berilah Aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa".
3. Doa anak supaya kerjakan solat,
surah Ibrahim (ayat 40-41).
Ya Tuhanku, jadikanlah Aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, Ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.
Ya Tuhan kami, beri ampunlah Aku dan kedua ibu bapaku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat)".
4. Doa anak agar taat kepada Allah,
surah Al-Baqarah (ayat 128).
Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) diantara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadat haji kami, dan terimalah Taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.
5. Doa diberi zuriat menyejukkan mata memandang,
Surah Al-Furqan (ayat 74).
"Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (Kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.
6. Doa anak pandai belajar,
surah Al-Anbiya (ayat 79).
.  Maka kami Telah memberikan pengertian kepada Sulaiman tentang hukum (yang lebih tepat)[966]; dan kepada masing-masing mereka Telah kami berikan hikmah dan ilmu dan Telah kami tundukkan gunung-gunung dan burung-burung, semua bertasbih bersama Daud. dan kamilah yang melakukannya.
7. Doa anak lembut hati,
surah Al-Anbiya, (ayat 69)
Kami berfirman: "Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim",
atau Al-Hasyar (ayat 22-24).
Dialah Allah yang tiada Tuhan selain Dia, yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dia-lah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
Dialah Allah yang tiada Tuhan selain Dia, raja, yang Maha suci, yang Maha Sejahtera, yang Mengaruniakan Keamanan, yang Maha Memelihara, yang Maha Perkasa, yang Maha Kuasa, yang memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.
Dialah Allah yang Menciptakan, yang Mengadakan, yang membentuk Rupa, yang mempunyai asmaaul Husna. bertasbih kepadanya apa yang di langit dan bumi. dan dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
8. Doa anak rajin sekolah,
surah Taha (ayat 1-5). 
Thaahaa
Kami tidak menurunkan Al Quran Ini kepadamu agar kamu menjadi susah;
Tetapi sebagai peringatan bagi orang yang takut (kepada Allah),
Yaitu diturunkan dari Allah yang menciptakan bumi dan langit yang Tinggi.
(yaitu) Tuhan yang Maha Pemurah. yang bersemayam di atas 'Arsy

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India
Read more: http://epg-studio.blogspot.com/2010/02/background-berganti-warna-setiap.html#ixzz1gES85YSO